Danau Singkarak, Keindahan Alam di Sumatera Barat

Danau Singkarak, Keindahan Alam di Sumatera Barat – Danau Singkarak merupakan danau yang digunakan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Danau yang terbentuk oleh aktivitas tektonik lempeng ini memiliki kedalaman hingga 268 meter. Saat anda berkunjung ke Sumatera Barat, anda wajib mengunjungi danau Singkarak karena pesona alamnya yang luar biasa.

Danau Singkarak, Keindahan Alam di Sumatera Barat

tourdesingkarak.id – Kuliner Danau Singkarak juga sangat unik, ada sajian ikan yang menjadi keunikan tersendiri di danau ini. Lokasi Danau Singkarak hanya berjarak 70 km dari kota Padang. Hotel ini terletak di antara dua kabupaten, Solok dan Tanah Datar. Danau Singkarak adalah juga merupakan sebuah danau terbesar yang kedua di Pulau Sumatera setelah namanya Danau Toba.

Baca Juga : Melakukan Perjalanan Ke Danau Singkarak, Tempat Indah Di Sumatera Barat

Sungai ini juga merupakan sumber Sungai Ombilin dan dimanfaatkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air Singkarak di Kabupaten Padang Pariaman. Salah satu danau terbesar di pulau Sumatera adalah Singkarak. Danau ini juga memiliki berbagai macam keindahan yang sangat memanjakan mata kepada para pengunjungnya. Tak heran jika masyarakat yang tinggal di Sumatera Barat (Sumbar) dan sekitarnya menjadikan Danau Singkarak sebagai tujuan wisata setiap tahunnya. menikmati

Anda dapat mencapai Danau Singkarak dari Kota Solok dalam waktu sekitar 2 jam. Jaraknya sekitar 70 kilometer (km) dari kota Padang ke Danau Singkarak dan perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam. Menurut Wisatakita, Danau Singkarak memiliki luas sekitar 108 km2, terbentang luas di antara dua wilayah Sumatera Barat, Tanah Datar dan Kabupaten Solok.

Danau Singkarak juga digunakan sebagai pembangkit listrik, dimana air dialirkan melalui terowongan melalui Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Singkarak yang terletak persis di sebelah Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman. masalah

Keindahan alam

Selain tenaga air, wisata danau Singkarak juga sangat digemari oleh wisatawan lokal, hal ini dikarenakan setiap tahunnya danau Singkarak menyelenggarakan Tour De Singkarak yaitu event kelas internasional yang merupakan event bersepeda yang diikuti oleh para pesepeda dari berbagai negara. tahun sampai satu tahun.

Saat kita berada di danau Singkarak, kita bisa berenang, berkano mengelilingi danau, memancing atau sekedar berkumpul di tepi danau untuk menikmati keindahan alamnya. Selain itu, terdapat beberapa rumah makan di sekitar danau yang menawarkan berbagai masakan untuk disantap sambil menikmati keindahan danau.

Saat kita berada di danau Singkarak, kita bisa berenang, berkano mengelilingi danau, memancing atau sekedar berkumpul di tepi danau untuk menikmati keindahan alamnya. Selain itu, terdapat beberapa rumah makan di sekitar danau yang menawarkan berbagai masakan untuk disantap sambil menikmati keindahan danau.

Jika ingin menikmati semua keindahan di wisata Danau Singkarak dari jarak yang jauh, Anda juga bisa melihatnya dari sebuah puncak Bukit di Cinangkiak atau juga bernama Puncak Chi Nang Kiek. Tempat wisata ini tergolong baru di kawasan Danau Singkarak. Jadi jangan lupa untuk membawa kamera untuk mengabadikan momen selama berlibur di tempat ini bersama keluarga dan teman. istrinya

Danau Singkarak terkenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga spesies ikan endemik yang disebut Ikan Bilih. Ikan bilih merupakan jenis ikan yang hanya hidup di Danau Singkarak. Maka jangan heran jika oleh-oleh yang dibeli pengunjung Danau Singkarak adalah ikan bilih.

Pembentukan danau ini dimulai pada zaman dahulu oleh seorang ahli biologi Jerman bernama Ernst Haeckel, yang konon merupakan salah satu orang pertama yang membagikan keindahan Danau Singkarak ke seluruh dunia. Dan pada tahun 1905 Ernst Haeckel meneliti di bidang ini.

Lukisan yang menggambarkan keadaan danau pada masa itu menjadi salah satu lukisan pertama yang dikenal luas, sehingga dikenal banyak orang. Namun, dari sanalah legenda Danau Singkarak yang terkenal itu berasal. Inilah ceritanya:

Asal Usul Danau Singkarak

Keluarga Pak Buyung pernah tinggal di Nagari Minangkabau bersama istri dan anaknya yang bernama Indra. Sebagai anak tunggal, Indra tumbuh menjadi anak yang rajin dan berbakti. Indra juga memiliki ayam peliharaan bernama Taduang yang sering menyapanya dengan burung gagak saat pulang dari hutan.

Satu-satunya kelemahan Indra adalah nafsu makannya yang berlebihan. Sekali makan, Indra bisa makan setengah bakul nasi dan beberapa piring lauk pauk. Hal ini dapat menjadi sebuah masalah ketika sebuah musim paceklik tiba yang dimana sebuah hasil hutan dan laut semakin sulit didapat dan keluarga Pak Buyung harus menyelamatkan diri dan menahan kelaparan.

Ketika makanan dan nasi habis, mereka juga bergantung pada hasil bumi yang langka seperti ubi dan talas. Setelah keluarga Buyung hanya makan singkong selama beberapa hari, Indra mulai kesal dan menangis. Dia mengeluh kelaparan dan meminta orang tuanya untuk memberinya makan. Tapi bapak dan ibu malas pergi ke hutan atau laut karena makanan susah didapat.

Pak Buyung yang geram kemudian memarahi anaknya yang pindah. “Hitung ulang, Nak! Kalau lapar, cari makan di hutan atau di tepi laut!” kata sang ayah. Sanga Istrinya membela anaknya Indra karena memang anaknya masih berumur terlalu kecil untuk dapat makan sendiri. Indra makan sebagian besar makanannya. nagari

Akhirnya sang istri menasihati Indra untuk menuruti perintah ayahnya dan pergi ke Bukit Junjung Sirih untuk mencari makan. Indra setuju dan pergi setelah berpamitan dengan Taduang. Sayangnya, Indra pulang dengan tangan kosong, tidak memberi makan. Keesokan harinya, sang ayah kembali menantang Indra untuk mencari makan di laut, namun ia kembali ke rumah tidak berhasil. Indra mengikuti instruksi ayahnya dengan sia-sia selama hampir sebulan sampai dia juga kelelahan.

Ketika dia meminta diam, ayahnya menjadi marah dan memanggilnya anak yang malas. Indra yang tidak berani melawan ayahnya akhirnya pergi ke laut. Ibunya tanpa sadar mengikutinya saat Pak Buyung sedang mencari makan di hutan. Ibu membawa pulang kerang pikir, yang kemudian dimasak menjadi pangas. Namun sebelum makan, Pak Buyung sempat khawatir makanannya tidak cukup untuk mereka bertiga.

Pak Buyung pun meminta istrinya untuk diam-diam mengkonsumsinya tanpa sepengetahuan Indra. Sebagai tanda, mereka menyembunyikan makanan sementara Taduang menyanyikan tanda Indra sudah dekat. Bahkan, saat Taduang mengamen, mereka langsung menyingkirkan makanan dan mencuci tangan. Indra yang kelelahan, kembali dari laut, tidak bisa menangkap ikan. Ketika dia meminta makanan kepada orang tuanya, ayahnya menjawab bahwa tidak ada yang bisa dimakan dan malah menyuruhnya mencuci ijuk di laut sampai memutih.

Pemandangan udara

Batu Barraguang, dalam Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Obyek wisata ini terletak di sebuah perbukitan Nagari Aripan, dalam kecamatan Koto Singkarak. yang berada Di kawasan ini yang terdapat sebuah rumah pohon yang telah dibangun oleh seorang sutradara destinasi wisata, menambah efek estetika saat syuting. Selain itu, tempat ini juga menawarkan fasilitas paralayang bagi para pecinta olahraga. memiliki

Recommended Articles