Tour De Singkarak: Event Olahraga Sebagai Atraksi Wisata

Tour De Singkarak: Event Olahraga Sebagai Atraksi Wisata – Tour De Singkarak telah menjadi salah satu ikon pariwisata Sumatera Barat. Tour de Singkarak sebagai event dipilih dengan harapan pariwisata di Sumatera Barat akan berkembang dan menjadi khas, mengambil inspirasi dari ikon French Tour de France.

Tour De Singkarak: Event Olahraga Sebagai Atraksi Wisata

tourdesingkarak.id – “Awalnya kegiatan ini hanya diadakan di Sumatera Barat pada tahun 2009, namun pada tahun 2019, acara ini dikembangkan lebih lanjut dengan mengikutsertakan kabupaten di Provinsi Jambi. Retnaningtyas Susanti, Dosen Jurusan Pariwisata Universitas Negeri Padang, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Retnaningtyas menyampaikan topik Tour De Singkarak menjadi semakin penting, menjadi simbol Sumatera dan menjadi kesatuan Sumatera. kekompakan

Baca Juga : Tak Kalah Keren, 4 Destinasi Favorit Dekat Danau Singkarak

“Mudah-mudahan melalui Singkarak kita berharap bisa menghubungkan seluruh wilayah Sumatera. Tapi bahkan di Sumbar sendiri acara ini masih kontroversial di kalangan masyarakat, jadi jelas butuh proses,” ujarnya. pasif. Aktivitas aktif menunjukkan orang datang dan berpartisipasi dalam acara tersebut, aktivitas pasif menunjukkan orang hanya datang untuk menonton.

Peristiwa seperti ini, katanya, mirip dengan yang datang ke Mentawai. Apalagi turis asing hanya melihat ombak besar dan alhasil menjadi turis aktif. Atau, seperti balapan Moto GP di Sepang, Malaysia, mereka tidak balapan, mereka hanya menonton. “Tiket seperti hotel, pesawat, dan tiket masuk mahal, namun masyarakat tetap menonton karena merupakan produksi kelas dunia.

Kontribusi Kepada pemerintah

Bagaimana kontribusinya terhadap kualitas infrastruktur dan juga efektivitas Tour De Singkarak dalam meningkatkan kualitas Obyek-obyek wisata di Sumbar semakin terlihat jelas, dia menjelaskan bisa merasakan manfaatnya. Setidaknya mereka merasa infrastruktur jalan dan tempat wisata semakin baik. Sebelum Tour de Sincarac digelar, pemerintah kabupaten/kota biasanya melakukan perbaikan jalan dan pembangunan jalan baru di beberapa tempat.

“Bahkan ketika Sumatera Barat memiliki beberapa jalan rusak yang sudah lama tidak diperbaiki, mereka dipilih untuk rute Tour de Singkarak dan akhirnya PU terpaksa memperbaiki jalan tersebut. The Story Tour De Singkarak adalah yang pertama. acara pertama yang menjadi tuan rumah acara dari 2009 hingga 2019. Setelah sempat turun di tahun 2014, naik lagi di tahun 2017.

“Sebutan memudarnya minat partisipasi muncul. Ketika kami menanyakan beberapa provinsi/kota, khususnya Dinas Pariwisata, kapan survei ini akan selesai pada 2017, mereka mengatakan bahwa Tour de Singkarak telah diadakan sejak lama. Data BPS biasanya menunjukkan tren kenaikan jumlah pengunjung, tapi dinas pariwisata bertanya-tanya apakah itu karena Tour de Singkarak ?Mungkin itu tanda tanya,’ katanya.

Meski demikian, Retnaningtyas mengatakan, kehadiran acara tersebut tetap memiliki efek multipartisipasi, setidaknya terhadap kualitas penataan transportasi dan pariwisata di Sumbar. Bahkan, dia berharap suatu saat Tour de Chincarac akan seperti Tour de France di Prancis.

Pameran Keindahan Wisata Sumatera Barat

Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika mendengar nama Sumatera Barat? Atau nasi lundang? Atau legenda Maling Kundan yang terkenal? Apakah jam Gadan Bukittinggi yang berhenti di kepalaku? Sumatera Barat memiliki pemandangan yang indah. Tentu saja, Anda pernah melihat keindahan Danau Maninjau dan kemegahan Lembah Sianok dalam gambar.

Ada cara lain untuk menikmati keindahan Kerajaan Minang. Salah satunya adalah lomba balap sepeda Tour de Chincarac. Tour de Singkarak saat ini merupakan kejuaraan bersepeda terbesar di Indonesia. Dengan total jarak 1196,2 km, Tour de Cincarac termasuk dalam kalender resmi Federasi Bersepeda Internasional. Kejuaraan balap motor ini melewati berbagai destinasi wisata menarik di Sumatera Barat. Tempat-tempat wisata yang dilewati oleh Tour de Cincarac lihat deskripsi Rabil di bawah ini.

istano Basa | Tour de Singkarak Basa Histano dikenal sebagai Istana Pagalyuan. Istano Basa adalah sebuah istana yang terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusankar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Keraton ini merupakan fasilitas wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat. Tour de Singkarak Keindahan Istana Pagalyuan tidak hanya terletak pada bangunan istana, tetapi juga di sekitarnya.

Tak ada salahnya Istana Baso Pagalyuan menjadi destinasi wisata saat berkunjung ke Sumatera Barat. Di sini Anda dapat bersantai, berfoto dengan pakaian adat dan mencicipi berbagai makanan khas Minangkabau. Naik mobil mainan, menunggang kuda atau mengunjungi area trekking di sekitar Istana Pagaluyun Basa.

Lembah Harau | Tour de Singkarak

Lembah Harau terkenal dengan pemandangannya yang sangat menarik dan merupakan bagian dari Cagar Alam Harau. Berada di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, Halautar memiliki potensi wisata yang sangat besar. Kehadiran lima air terjun yang indah juga dapat diamati dari lokasi ini.

Tour de Singkarak Air terjun disini termasuk Air Terjun Sarasamurai. Air Terjun Akar Ayunan, Air Terjun Sarasa Bunta, Air Terjun Sarasa Luluih. Dan setiap air terjun memiliki karakter dan keunikan tersendiri.

Danau Maninjau | Tour de Singkarak

Secara administratif, Danau Maninjau termasuk dalam wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Perjalanan ke Danau Maninjau semakin menyenangkan melalui jalur Bukittinggi. Mengikuti jalan berliku yang biasa disebut Kelok 44, jalan ini menawarkan beberapa pemandangan paling spektakuler untuk menyendiri dan mencari kedamaian batin. Buya Hamka, salah satu legenda sastra besar Indonesia, lahir dan besar di Danau Maninjau yang indah ini. Keindahan danau ini menjadi inspirasi penulisan novel “Dosa Kapal Van der Wijk” yang membuat namanya melejit.

Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang adalah nama sebuah menara jam menyerupai Big Ben London di pusat kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Jam Gadan dicirikan oleh arsitekturnya dengan empat sisi besar. Jam Gadang tidak hanya menjadi landmark Bukittinggi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dengan memperluas taman di sekitar menara jam ini. Taman ini merupakan tempat berkumpulnya masyarakat Bukittinggi dan sering mengadakan acara.

Tour de Singkarak pertama kali diadakan pada tahun 2009 oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Area balap sepeda ini dianggap sukses dalam pelaksanaannya dan telah menjadi salah satu kejuaraan balap sepeda resmi International Cycling Association di Kelas 2.2 Asia Tour.

Selain dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, Dalam rangkaian Tour de Singkarak juga telah diperkuat dengan menggunakan dukungan APBD dari provinsi dan juga dari kabupaten atau kota yang menjadi wilayahnya yang dilalui oleh para peserta lomba. Pasalnya, setiap area yang menjadi bagian dari panggung balap sepeda Tour de Singkarak memiliki peran yang cukup besar dalam menampilkan wilayah tersebut.

Seiring dengan itu, jumlah prefektur dan kota yang digunakan sebagai lintasan Tour de Sincarac semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tiga event Tour de Singkarak, kota Padang selalu menjadi titik awal kompetisi dan dermaga di Danau Singkarak adalah titik akhir. Namun, untuk Tour de Sincarac 2012, titik awal balapan dipindahkan ke kota Sawahlunto. Stasiun terminal dipindahkan ke Padang, ibu kota Sumatera Barat.

Dampak

Diselenggarakannya Tour de Singkarak dinilai telah dapat meninggikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat. Bahkan pada tahun 2011 naik hingga 13,2% atau di atas kenaikan pariwisata nasional 8,9%. Pada tahun 2010, wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di Sumatera Barat sebanyak 332.515 orang, dan tahun 2011 meningkat dijadikan 413.180 orang atau naik lebih kurang 24,3%.

Dari segi koordinasi dan sinergitas, Tour de Singkarak juga dinilai sebagai sebuah event untuk sebuah promosi pariwisata yang terbaik dari total 41 event tetap yang telah digelar oleh Kemenparekraf. Sebuah Sinergitas itu juga telah terlihat dari sebuah kekompakan yang telihat dari para pimpinan daerah dalam sebuah cara untuk bisa mendukung dalam beberapa macam kegiatan tersebut; gubernur dan juga berikut para wali kota dan juga para bupati selalu dapat menghadiri secara langsung dalam sebuah rapat koordinasi. kementerian

Recommended Articles